Perbedaan Antara
Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan
PENDAHULUAN
Pada dasarnya, masyarakat perkotaan adalah masyarakat
pedesaan yang sudah mengalami perubahan pola hidup. Mereka mulai terbawa sifat-sifat
masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya. Perbedaan
antara masyarakat perkotaan dan pedesaan terletak pada bagaimana cara mereka
mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suatu permasalahan.
MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan atau yang sering disebut Urban Comunity lebih ditekankan pada sifat
kehidupan dan ciri-ciri kehidupannya yang berbanding terbalik dengan masyarakat
pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol dari masyarakat perkotaan, yaitu :
Kehidupan
agama yang sudah mulai berkurang dibandingkan dengan masyarakat pedesaan.
Orang
kota lebih dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung kepada orang
lain.
Peluang
untuk mendapatkan pekerjaan lebih besar dibandingkan dengan masyarakat pedesaan.
Pola
fikir yang lebih rasional menyebabkan interaksi yang terjadi lebih didasarkan kepada faktor kepentingan dibanding
faktor pribadi.
MASYARAKAT PEDESAAN
Menurut Anshoriy (2008), dalam
penelitiannya tentang kearifan lingkungan ditanah Jawa, bahwa kehidupan
sosiokultural masyarakat di pedesaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Menjunjung
tinggi kebersamaan dalam bentuk gotong royong, dll.
Menghormati
dan menganggap siapa saja sebagai saudara dan wajib dijamu bila berkunjung
kerumah.
Mementingkan
kesopanan dalam wujud tata karma, dsb yang berhubungan dengan etika sopan
santun.
Memiliki
pertimbangan dan perhitungan religius dalam setiap agenda kegiatannya.
Memiliki
toleransi yang tinggi dalam memaafkan setiap kesalahan orang lain.
Mencintai
seni dan dekat dengan alam.
HUBUNGAN ANTARA DESA-KOTA & PEDESAAN-PERKOTAAN
Walaupun masyarakat perkotaan dan
masyarakat pedesaan memiliki sifat dan pola hidup yang berbeda namun diantara
keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan karna diantara
mereka saling membutuhkan . Kota bergantung dalam memenuhi kebutuhan pangan
warganya. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis pekerjaan tetentu
dikota.
Hubungan kota-desa cenderung terjadi
secara alami yaitu yang kuat akan menang, karna itu dalam hubungan desa-kota,
makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menetukan kehidupan
pedesaan. Salah satu hubungan antara kota dan desa adalah :
Urbanisasi
dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan masyarakat
desa dan kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka
timbullah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya
penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa Urbanisasi merupakan
proses terjadinya masyarakat perkotaan.
ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan
persediaan lahan pertanian.
Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk
industri modern.
Penduduk desa
merasa tertekan dengan adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu
cara hidup yang monoton.
Di desa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu
pengetahuan
Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal
sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain di kota.
PERBEDAAN ANTARA MASYARAKAT PERKOTAAN & MASYARAKAT PEDESAAN
Lingkungan
umum dan orientasi terhadap alam
Masyarakat perdesaan
berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnya didaerah desa.
Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum
alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas”
dari realitas alam.
Pekerjaan/mata
pencaharian
Pada umumnya mata
pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata
pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari
kegiatan usaha.
Ukuran
komunitas
Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
Kepadatan
penduduk
Penduduk desa kepadatannya lbih
rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu
komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
PENGERTIAN PEMUDA
Pemuda adalah suatu generasi yang
dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan , terutama dari generasi
lainya.hal ini dapt dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi
penerus , generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan
secara terus menerus.
POTENSI-POTENSI PEMUDA
Idealis
dan Daya Kritis : secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan
yang ada , maka ia dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara
wajar mampu mencari gagasan baru.
Dinamika
dan Kreatifitas.
Keberanian
mengambil resiko.
Optimis
dan kegairahan semangat.
Sikap
kemandirian dan disiplin murni.
Terdidik.
Keanekaragaman
dalam persatuan dan kesatuan.
Patriotisme
dan nasionalisme.
Sikap
kesatria.
Kemampuan
kekuasaan ilmu dan teknologi.
PERAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT
Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda
untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan
diri dengan lingkungannya.
Asas edukatif.
Asas persatuan dan kesatuan bangsa.
Asas swakarsa
Asas keselarasan dan terpadu
Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi
PERMASALAHAN PADA GENERASI MUDA
Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme,
idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda.
Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap
masa depannya.
Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan
fasilitas pendidikan yang tersedia.
Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan
badan dan perkembangan kecerdasan.
Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah
umur.
Adanya generasi muda yang menderita fisik dan
mental.
Pergaulan bebas.
Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan
narkotika.
Belum adanya peraturan perundang-undangan yang
mengangkut generasi muda.
PENGERTIAN SOSIALISASI
Sosialisasi diartikan sebagai sebuah
proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan
yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang
terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.
MEDIA SOSIALISASI
Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan
saudara-saudaranya.
Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan
tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal.
Teman bermain (kelompok bermain)
Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam
pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak akan belajar
bersosialisasi dengan teman sebayanya.
Media Massa
Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun
media elektronik (televisi, radio, film dan video). Besarnya pengaruh media
massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
Lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat,
dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.
TUJUAN POKOK SOSIALISASI
Individu harus diberi ilmu pengetahuan
(keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
Individu harus mampu berkomunikasi secara
efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
Pengendalian fungsi-fungsi organik yang
dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau
tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan
pada masyarakat umum.
PROSES SOSIALISASI
Proses sosialisasi banyak ditentukan
oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan
inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa
individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok
melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi
melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang.
Melalui proses sosialisasi,
seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan
demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses
sosialisasi, seseorang menajdi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di
tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau
belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab.
Dalam hal ini sosialisasi diartikan
sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri,
bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya agar dapat
berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu
proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem
sosial.
DAFTAR PUSTAKA