Minggu, 16 Maret 2014

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN
Pendekatan Kesusastraan
IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa Latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. IBD adalah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester sebagai bagian dari MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (The Humanities), akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.
Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan PROSA
Istilah prosa banyak padannya. Kadang-kadang disebut narrative fiction, prose fiction, atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia, istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal dan imajinasi.
Jenis prosa lama dan prosa baru :
Ø  Prosa lama :
v  Dongeng-dongeng
v  Hikayat
v  Sejarah
v  Epos
v  Cerita pelipur lara
Ø  Prosa baru :
v  Cerita pendek
v  Roman/novel
v  Biografi
v  Kisah
v  Otobiografi
Nilai-nilai dalam Prosa Fiksi :
Ø  Prosa fiksi memberikan kesenangan : pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana                                                        mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang                                                       dikisahkan.
Ø  Prosa fiksi memberikan informasi : fiksi memberikan informasi yang tidak terdapat di dalam                                                   ensiklopedi.
Ø  Prosa fiksi memberikan warisan kultural : prosa fiksi dapat menstimuli imajinasi, dan merupakan                                                             sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari                                                             warisan budaya bangsa.
Ø  Prosa memberikan keseimbangan wawasan : lewat prosa fiksi seseorang dapat  menilai                                                                   kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman                                                                   dengan banyak individu.
Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Puisi
Kepuitisan, keartistikan atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1.       Figura bahasa (Figurative Language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb, sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik, dan memberi kejelasan gambaran angan.
2.       Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3.       Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4.       Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5.       Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah :
1.       Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2.       Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3.       Puisi dan keinsyafan social.


Sabtu, 15 Maret 2014

Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan Kebudayaan
Pengertian Manusia
Ø  Pengertian manusia menurut SAINS :
                Manusia adalah makhluk utama dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri dan sebagai suatu penciptaan atau sebagai suatu gejala yang bersifat istimewa dan mulia, yang memiliki kemampuan, ikut campur dalam alam yang independen, memiliki kekuatan untuk memilih, dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan kehidupan alami.
Ø  Pengertian manusia menurut ILMU SOSIOLOGI :
                Manusia adalah bagian dari masyarakat yang dibedakan menjadi dua, manusia sebagai makhluk individu dan manusia sebagai makhluk social yang melakukan interaksi dalam kehidupannya.
Ø  Pengertian manusia menurut ILMU BIOLOGI :
                Manusia diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primate dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi
Ø  Pengertian manusia secara ISLAM :
                Manusia adalah makhluk Allah yang paling sempurna, yang diciptakan secara bertahap, yang terdiri atas dimensi jiwa dan raga, jasmani dan rohani, sehingga memungkinkannya untuk menjadi wakil Allah dimuka bumi.
Unsur-unsur yang membangun manusia
Manusia terdiri dari 4 unsur yang saling terkait :
1.       Jasad     : alat, perkakas, atau kendaraan bagi rohani dalam melakukan aktivitasnya.
2.       Hayat    : mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak.
3.       Ruh       : unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan tuhan sebagai penyebab adanya                                kehidupan.
4.       Nafs      : kesadaran tentang diri sendiri.
Manusia mengandung 3 unsur sebagai suatu kepribadian :
1.       Id                            : Bagian kepribadian yang paling mendasar
2.       Ego                         : Kepribadian Eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan Id kedalam                                              saluran social.
3.       Super Ego               : Struktur kepribadian yang paling terakhir muncul terbentuk dari lingkungan                                                    eksternal.
Daya rasa /perasaan dalam diri manusia ada 2 :
1.       Perasaan Inderawi          : Yaitu rangsangan jasmani melalui panca indra, tingkatannya rendah                                            terdapat pada manusia dan binatang.
2.       Perasaan rohani              : Perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia saja , seperti                                                            perasaan intelektuan (perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan),                                            perasaan estetis (perasaan yang berkenaan dengan keindahan),                                            perasaan etis (perasaaan yang berkenaan dengan  kebaikan), perasaan                                            diri (perasaan yang berkenaan dengan harga diri), perasaan sosial                                            (perasaan yang berkenaan dengan  kelompok/ikut  merasakan                                            kehidupan orang lain), perasaan religius (perasaan yang berkenaan                                            dengan  agama/kepercayaan).

Pengertian Kebudayaan  
Ø  Pengertian kebudayaan menurut para tokoh :
v  Melville j. Herkovits dan Bronislow Malinowski mengemukakan “cultural determinism” yang artinya segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.
v  Herkovits, Memandang kebudayaan sebagai “ super organic”. Artinya kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus , meskipun manusai penghasil kebudayaan  sudah silih berganti karena kehidupan dan kematian tapi kebudayaan tetap hidup terus.
v  Selo Soemardjan dan Soelaeman sumardi, Mengemukakan kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
v  EB Tylor, Mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut: Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian,moral, hokum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh menusia sebagai anggota masyarakat.
v  Sutan takdir alisyahbana, Menyatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikit, hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan sebab semua laku dan perbuatan tercakup didalamnya.
v  Koencoroningrat, Menyatakan bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
v  A.L Krober dan C. Kluckhon, Mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
v  C.A Van Peurson, Mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang, berlainan dengan hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.

Ø  Kebudayaan jika dikaji dari asal katanya :
v  Bahasa Sanskerta Budhayah:  budi/akal.
v  Bahasa Latin Colere : mengolah tanah/bertani.
Ø  Kebudayaan pengertian secara praktis : kebudayaan merupakan system nilai dan gagasan utama, yang mengarahkan tingkah laku dan memberi seperangkat model untuk bertingkah laku kepada masyarakat.
Unsur-unsur kebudayaan
Ø  Sistem religius (homo religius) : Merupakan produk manusia sebagai homo religius.
Ø  Sistem organisasi kemasyarakatan (homo socius) : Merupakan prodak manusia sebagai homo socius.
Ø  Sistem pengetahuan (homo safiens) : Merupakan prodak manusia sebagai homo safiens.
Ø  Sistem mata pencaharian hidup dan system ekonomi (homo ekonomicus) : Merupakan produk manusia sebagai homo economicus, yaitu menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
Ø  Sistem peralatan hidup dan teknologi (homo faber) : Merupakan produk manusia sebagai homo faber.
Ø  Sistem bahasa (homo longuens) : Merupakan produk manusia sebagai homo longuens.
Ø  Sistem kesenian (homo aesteticus) : Merupakan hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.
Wujud kebudayaan
Ø  Kompleks gagasan , konsep dan pikiran manusia, sifatnya abstrak , tak dapat dilihat dan berpusat di kepala manusia.
Ø  Kompleks aktifitas,  sifatnya kongkrit, berupa aktifitas manusia yang saling berinteraksi.
Ø  Benda , sifatnya kongkrit , berwujud kebendaan.
Fungsi kebudayaan
Ø  Melindungi diri kepada alam.
Ø  mengatur hubungan antar manusia.
Ø  Sebagai wadah dari segenap perasaan manusia.
Faktor-faktor terjadinya perubahan kebudayaan
1.       sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri.
2.       sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Seperti masyarakat yang hidupnya terbuka yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain cenderung untuk berubah lebih cepat.
Perubahan Sosial dan Perubahan Kebudayaan Berbeda :
Ø  Perubahan Sosial : terjadi perubahan struktur social dan pola-pola hubungan social.
Ø  Perubahan Kebudayaan (Akulturasi) : Terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsure-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga unsure-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri , tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu sendiri.
Beberapa Masalah Yang Menyangkut Proses Di Atas Adalah :
1.       Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima .
2.       Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit deterima .
3.        Individu-individu manakah yang cepat menerima unsure-unsur yang baru .
4.       Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tsb.
Masalah-Masalah Kebudayaan :
Ø  Unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima :
v  Unsur kebudayaan kebendaan.
v  Unsur kebudayaan yang membawa manfaat besar.
v  Unsur kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsure-unsur kebudayaan tersebut.
Ø  Unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima :
v  Unsur-unsur kebudayaan yang menyangkut system kepercayaan.
v  Yang dipelajari pada taraf pertama proses sosialisasi.
Ø  Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru.
Ø  Ketegangan-ketegangan apa yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut.