Senin, 14 Oktober 2013

Tugas 1 (SOFTSKILL)

Perbedaan Antara Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan

PENDAHULUAN
            Pada dasarnya, masyarakat perkotaan adalah masyarakat pedesaan yang sudah mengalami perubahan pola hidup. Mereka mulai terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya. Perbedaan antara masyarakat perkotaan dan pedesaan terletak pada bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suatu permasalahan.
MASYARAKAT PERKOTAAN
                Masyarakat perkotaan  atau yang sering disebut Urban Comunity lebih ditekankan pada sifat kehidupan dan ciri-ciri kehidupannya yang berbanding terbalik dengan masyarakat pedesaan. Ada beberapa ciri yang menonjol dari masyarakat perkotaan, yaitu :
*      Kehidupan agama yang sudah mulai berkurang dibandingkan dengan masyarakat pedesaan.
*      Orang kota lebih dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain.
*      Peluang untuk mendapatkan pekerjaan lebih besar dibandingkan dengan masyarakat pedesaan.
*      Pola fikir yang lebih rasional menyebabkan interaksi yang terjadi  lebih didasarkan kepada faktor kepentingan dibanding faktor pribadi.


MASYARAKAT PEDESAAN
                Menurut Anshoriy (2008), dalam penelitiannya tentang kearifan lingkungan ditanah Jawa, bahwa kehidupan sosiokultural masyarakat di pedesaan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
*      Menjunjung tinggi kebersamaan dalam bentuk gotong royong, dll.
*      Menghormati dan menganggap siapa saja sebagai saudara dan wajib dijamu bila berkunjung kerumah.
*      Mementingkan kesopanan dalam wujud tata karma, dsb yang berhubungan dengan etika sopan santun.
*      Memiliki pertimbangan dan perhitungan religius dalam setiap agenda kegiatannya.
*      Memiliki toleransi yang tinggi dalam memaafkan setiap kesalahan orang lain.
*      Mencintai seni dan dekat dengan alam.

HUBUNGAN ANTARA DESA-KOTA & PEDESAAN-PERKOTAAN
                Walaupun masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan memiliki sifat dan pola hidup yang berbeda namun diantara keduanya terdapat hubungan yang erat. Bersifat ketergantungan karna diantara mereka saling membutuhkan . Kota bergantung dalam memenuhi kebutuhan pangan warganya. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis pekerjaan tetentu dikota.
            Hubungan kota-desa cenderung terjadi secara alami yaitu yang kuat akan menang, karna itu dalam hubungan desa-kota, makin besar suatu kota makin berpengaruh dan makin menetukan kehidupan pedesaan. Salah satu hubungan antara kota dan desa adalah :
*      Urbanisasi dan Urbanisme
Dengan adanya hubungan masyarakat desa dan kota yang saling ketergantungan dan saling membutuhkan tersebut maka timbullah masalah baru yakni ; Urbanisasi yaitu suatu proses berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa Urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.

ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
*      Bertambahnya penduduk sehingga tidak seimbang dengan persediaan lahan pertanian.
*      Terdesaknya kerajinan rumah di desa oleh produk industri modern.
*       Penduduk desa merasa tertekan dengan adat istiadat yang ketat sehingga mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.
*      Di desa tidak banyak kesempatan untuk menambah ilmu pengetahuan
*      Kegagalan panen yang disebabkan oleh berbagai hal sehingga memaksa penduduk desa untuk mencari penghidupan lain di kota.

PERBEDAAN ANTARA MASYARAKAT PERKOTAAN & MASYARAKAT PEDESAAN
*      Lingkungan umum dan orientasi terhadap alam
            Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnya didaerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
*      Pekerjaan/mata pencaharian
            Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
*      Ukuran komunitas
Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
*      Kepadatan penduduk
                Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
DAFTAR PUSTAKA



PEMUDA dan SOSIALISASI
PENGERTIAN PEMUDA
            Pemuda adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan , terutama dari generasi lainya.hal ini dapt dimengerti karena pemuda diharapkan sebagai generasi penerus , generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara terus menerus.

POTENSI-POTENSI PEMUDA
*      Idealis dan Daya Kritis : secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada , maka ia dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu mencari gagasan baru.
*      Dinamika dan Kreatifitas.
*      Keberanian mengambil resiko.
*      Optimis dan kegairahan semangat.
*      Sikap kemandirian dan disiplin murni.
*      Terdidik.
*      Keanekaragaman dalam persatuan dan kesatuan.
*      Patriotisme dan nasionalisme.
*      Sikap kesatria.
*      Kemampuan kekuasaan ilmu dan teknologi. 

PERAN PEMUDA DALAM MASYARAKAT
*      Peranan pemuda yang didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan.
*      Peranan pemuda yang menolak unsur menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
*      Asas edukatif.
*      Asas persatuan dan kesatuan bangsa.
*      Asas swakarsa
*      Asas keselarasan dan terpadu
*      Asas pendayagunaan dan fungsionaliasi

PERMASALAHAN PADA GENERASI MUDA
*      Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda.
*      Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
*      Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia.
*      Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja.
*      Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan.
*      Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur.
*      Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental.
*      Pergaulan bebas.
*      Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika.
*      Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.

PENGERTIAN SOSIALISASI
                Sosialisasi diartikan sebagai sebuah proses seumur hidup bagaimana seorang individu mempelajari kebiasaan-kebiasaan yang meliputi cara-cara hidup, nilai-nilai, dan norma-norma social yang terdapat dalam masyarakat agar dapat diterima oleh masyarakatnya.

MEDIA SOSIALISASI
*      Keluarga
Pertama-tama yang dikenal oleh anak-anak adalah ibunya, bapaknya dan saudara-saudaranya.
*      Sekolah
Pendidikan di sekolah merupakan wahana sosialisasi sekunder dan merupakan tempat berlangsungnya proses sosialisasi secara formal.
*      Teman bermain (kelompok bermain)
Kelompok bermain mempunyai pengaruh besar dan berperan kuat dalam pembentukan kepribadian anak. Dalam kelompok bermain anak akan belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya.
*      Media Massa
Media massa seperti media cetak, (surat kabar, majalah, tabloid) maupun media elektronik (televisi, radio, film dan video). Besarnya pengaruh media massa sangat tergantung pada kualitas dan frekuensi pesan yang disampaikan.
*      Lingkungan kerja
Lingkungan kerja merupakan media sosialisasi yang terakhir cukup kuat, dan efektif mempengaruhi pembentukan kepribadian seseorang.

TUJUAN POKOK SOSIALISASI
*      Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
*      Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
*      Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
*      Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.

PROSES SOSIALISASI
                Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang.
            Melalui proses sosialisasi, seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menajdi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab.
            Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaimana cara hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya agar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya dengan sistem sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar