Manusia
dan Kebudayaan
Pengertian Manusia
Ø
Pengertian
manusia menurut SAINS :
Manusia adalah makhluk utama
dalam dunia alami, mempunyai esensi uniknya sendiri dan sebagai suatu
penciptaan atau sebagai suatu gejala yang bersifat istimewa dan mulia, yang
memiliki kemampuan, ikut campur dalam alam yang independen, memiliki kekuatan
untuk memilih, dan mempunyai andil dalam menciptakan gaya hidup melawan
kehidupan alami.
Ø
Pengertian
manusia menurut ILMU SOSIOLOGI :
Manusia adalah bagian dari
masyarakat yang dibedakan menjadi dua, manusia sebagai makhluk individu dan
manusia sebagai makhluk social yang melakukan interaksi dalam kehidupannya.
Ø
Pengertian
manusia menurut ILMU BIOLOGI :
Manusia diklasifikasikan sebagai
Homo Sapiens (Bahasa Latin untuk manusia), sebuah spesies primate dari golongan
mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi
Ø
Pengertian
manusia secara ISLAM :
Manusia adalah makhluk Allah
yang paling sempurna, yang diciptakan secara bertahap, yang terdiri atas
dimensi jiwa dan raga, jasmani dan rohani, sehingga memungkinkannya untuk
menjadi wakil Allah dimuka bumi.
Unsur-unsur yang membangun manusia
Manusia
terdiri dari 4 unsur yang saling terkait :
1.
Jasad : alat, perkakas, atau kendaraan bagi rohani dalam melakukan aktivitasnya.
2.
Hayat : mengandung unsur hidup yang ditandai
dengan gerak.
3.
Ruh : unsur non-materi yang ada dalam jasad yang diciptakan tuhan sebagai penyebab adanya kehidupan.
4.
Nafs : kesadaran tentang diri sendiri.
Manusia
mengandung 3 unsur sebagai suatu kepribadian :
1. Id :
Bagian kepribadian yang paling mendasar
2. Ego :
Kepribadian Eksekutif karena peranannya dalam menghubungkan Id kedalam saluran social.
3. Super Ego : Struktur
kepribadian yang paling terakhir muncul terbentuk dari lingkungan eksternal.
Daya rasa /perasaan dalam diri manusia ada 2 :
1.
Perasaan Inderawi : Yaitu rangsangan jasmani melalui
panca indra, tingkatannya rendah terdapat pada manusia dan binatang.
2.
Perasaan rohani : Perasaan luhur yang hanya
terdapat pada manusia saja , seperti perasaan intelektuan (perasaan yang berkenaan
dengan pengetahuan), perasaan estetis (perasaan yang berkenaan
dengan keindahan), perasaan etis (perasaaan yang berkenaan
dengan kebaikan), perasaan diri (perasaan yang berkenaan dengan harga
diri), perasaan sosial (perasaan yang berkenaan dengan kelompok/ikut
merasakan kehidupan orang lain), perasaan religius (perasaan
yang berkenaan dengan
agama/kepercayaan).
Pengertian Kebudayaan
Ø
Pengertian kebudayaan menurut
para tokoh :
v
Melville
j. Herkovits dan Bronislow Malinowski mengemukakan “cultural determinism” yang
artinya segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan adanya oleh
kebudayaan yang dimiliki masyarakat itu.
v
Herkovits,
Memandang kebudayaan sebagai “ super organic”. Artinya kebudayaan yang turun
temurun dari generasi ke generasi hidup terus , meskipun manusai penghasil
kebudayaan sudah silih berganti karena
kehidupan dan kematian tapi kebudayaan tetap hidup terus.
v
Selo
Soemardjan dan Soelaeman sumardi, Mengemukakan kebudayaan sebagai semua hasil
karya, rasa dan cipta masyarakat.
v
EB
Tylor, Mendefinisikan kebudayaan sebagai berikut: Kebudayaan adalah kompleks
yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian,moral, hokum, adat istiadat
dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh
menusia sebagai anggota masyarakat.
v
Sutan
takdir alisyahbana, Menyatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara
berfikit, hal ini amat luas apa yang disebut kebudayaan sebab semua laku dan
perbuatan tercakup didalamnya.
v
Koencoroningrat,
Menyatakan bahwa kebudayaan antara lain berarti keseluruhan gagasan dan karya
manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil
budi pekertinya.
v
A.L
Krober dan C. Kluckhon, Mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi atau
penjelmaan kerja jiwa manusia dalam arti seluas-luasnya.
v
C.A
Van Peurson, Mengatakan bahwa dewasa ini kebudayaan diartikan sebagai
manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang,
berlainan dengan hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam,
melainkan selalu mengubah alam.
Ø
Kebudayaan jika dikaji dari asal
katanya :
v
Bahasa
Sanskerta Budhayah: budi/akal.
v
Bahasa
Latin Colere : mengolah tanah/bertani.
Ø
Kebudayaan pengertian secara
praktis : kebudayaan
merupakan system nilai dan gagasan utama, yang mengarahkan tingkah laku dan memberi
seperangkat model untuk bertingkah laku kepada masyarakat.
Unsur-unsur
kebudayaan
Ø
Sistem religius (homo religius) : Merupakan
produk manusia sebagai homo religius.
Ø
Sistem organisasi kemasyarakatan (homo socius) :
Merupakan prodak manusia sebagai homo socius.
Ø
Sistem pengetahuan (homo safiens) : Merupakan
prodak manusia sebagai homo safiens.
Ø
Sistem mata pencaharian hidup dan system ekonomi
(homo ekonomicus) : Merupakan produk manusia sebagai homo economicus, yaitu
menjadikan tingkat kehidupan manusia secara umum terus meningkat.
Ø
Sistem peralatan hidup dan teknologi (homo
faber) : Merupakan produk manusia sebagai homo faber.
Ø
Sistem bahasa (homo longuens) : Merupakan produk manusia
sebagai homo longuens.
Ø
Sistem kesenian (homo aesteticus) : Merupakan
hasil dari manusia sebagai homo aesteticus.
Wujud kebudayaan
Ø
Kompleks
gagasan , konsep dan pikiran manusia, sifatnya abstrak , tak dapat dilihat dan
berpusat di kepala manusia.
Ø
Kompleks
aktifitas, sifatnya kongkrit, berupa
aktifitas manusia yang saling berinteraksi.
Ø
Benda
, sifatnya kongkrit , berwujud kebendaan.
Fungsi kebudayaan
Ø
Melindungi diri kepada alam.
Ø
mengatur hubungan antar manusia.
Ø
Sebagai wadah dari segenap perasaan manusia.
Faktor-faktor
terjadinya perubahan kebudayaan
1.
sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat
dan kebudayaan sendiri.
2.
sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik
tempat mereka hidup. Seperti masyarakat yang hidupnya terbuka yang berada dalam
jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain cenderung untuk
berubah lebih cepat.
Perubahan Sosial
dan Perubahan Kebudayaan Berbeda :
Ø
Perubahan Sosial : terjadi perubahan struktur
social dan pola-pola hubungan social.
Ø
Perubahan Kebudayaan (Akulturasi) : Terjadi
apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada
unsure-unsur suatu kebudayaan asing yang berbeda sedemikian rupa, sehingga
unsure-unsur kebudayaan asing itu dengan lambat laun diterima dan diolah
kedalam kebudayaan sendiri , tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan
itu sendiri.
Beberapa Masalah
Yang Menyangkut Proses Di Atas Adalah :
1.
Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah
diterima .
2.
Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit
deterima .
3.
Individu-individu manakah yang cepat menerima
unsure-unsur yang baru .
4.
Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai
akibat akulturasi tsb.
Masalah-Masalah
Kebudayaan :
Ø
Unsur-unsur kebudayaan asing yang mudah diterima
:
v
Unsur kebudayaan kebendaan.
v
Unsur kebudayaan yang membawa manfaat besar.
v
Unsur kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan
keadaan masyarakat yang menerima unsure-unsur kebudayaan tersebut.
Ø
Unsur-unsur kebudayaan asing yang sulit diterima
:
v
Unsur-unsur kebudayaan yang menyangkut system
kepercayaan.
v
Yang dipelajari pada taraf pertama proses
sosialisasi.
Ø
Individu-individu manakah yang cepat menerima
unsur-unsur yang baru.
Ø
Ketegangan-ketegangan apa yang timbul sebagai
akibat akulturasi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar